Implementasi Strategi Urban farming di Kota Bandar Lampung
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi urban farming di Kota Bandar Lampung serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya. Urban farming diposisikan sebagai instrumen strategis dalam mendukung ketahanan pangan perkotaan dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas aparatur Dinas Pertanian, Dinas Pangan, Bapperida, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta kelompok sasaran, yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi urban farming telah dijalankan melalui beragam program dan inovasi, seperti Mantap Bu Tani, Pelangi Pagiku, P2B, dan H2M. Namun, implementasi tersebut masih bersifat parsial dan belum sepenuhnya berkelanjutan. Hambatan utama terletak pada lemahnya fase pemeliharaan program, fluktuasi partisipasi masyarakat, serta rendahnya tingkat institusionalisasi program yang masih sangat bergantung pada peran individu pelaksana. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan urban farming tidak hanya ditentukan oleh pemberian bantuan awal, tetapi sangat bergantung pada desain kebijakan yang berorientasi jangka panjang, penguatan kapasitas kelompok, dan keberlanjutan pendampingan
Keywords
urban farming, policy implementation, strategy, food security, community empowerment
Full Text:
PDFDOI: https://doi.org/10.36269/dmkr.v6i2.5662
Refbacks
- There are currently no refbacks.
INDEXING

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.






