MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK DALAM PROGRAM PANGAN LOKAL UNTUK KETAHANAN PANGAN DI WILAYAH PERI-URBAN KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

Vina Karmilasari, Anisa Utami, Fajar Apriani, Kholifatul Munawaroh

Abstract


Urbanisasi pesat di Indonesia telah mentransformasi kawasan peri-urban dan memunculkan tantangan tata kelola ketahanan pangan berkelanjutan. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang memosisikan ketahanan pangan sebagai isu teknis pertanian atau perencanaan wilayah, studi ini menawarkan sudut pandang alternatif dengan menganalisis dinamika tata kelola melalui lensa manajemen pelayanan publik. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, penelitian ini mengkaji implementasi program ketahanan pangan berbasis masyarakat—termasuk Pekarangan Pangan Lestari (P2L)—di kawasan peri-urban Kabupaten Lampung Selatan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap informan kunci yang dipilih secara purposif dan snowball dari empat tingkatan kelembagaan, observasi partisipatif, serta telaah dokumen. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan metode, serta member checking.
Temuan yang dipetakan menggunakan matriks Masukan–Proses–Keluaran/Hasil mengungkap keterbatasan struktural dan kesenjangan implementasi yang signifikan. Pada tahap Masukan, koordinasi antardepartemen sangat lemah—hanya 2 dari 6 dinas daerah yang aktif—dan anggaran P2L menyusut 41,6% selama 2022–2024. Pada tahap Proses, partisipasi menunjukkan pola asimetris: Desa Way Huwi berhasil mempertahankan keterlibatan berkelanjutan melalui integrasi program ke dalam jaringan sosial yang ada dan kemitraan CSR, sementara Desa Sidoharjo mengalami kegagalan akibat ketergantungan paternalistis dan post-grant fatigue, dengan angka putus program mencapai 62% setelah tahun pertama. Pada tahap Keluaran/Hasil, 65% rumah tangga penerima manfaat mengalami peningkatan ketersediaan pangan, namun hanya 20% yang berhasil memonetisasi surplus hasil panen karena minimnya integrasi pasar

Keywords


ketahanan pangan, peri-urban, manajemen pelayanan publik, program pangan lokal, Lampung Selatan

Full Text:

PDF

References


Achar, S., Ramachandra, T. V., & Kumar, P. (2023). Peri-urban agriculture dynamics and market connectivity in rapidly urbanizing landscapes: Lessons from South Asia. Land Use Policy, 128, 106612. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2023.106612

Battersby, J. (2020). Urban food governance and the Global South: Justifying the need for a food systems approach in African cities. Food Security, 12(3), 529–541. https://doi.org/10.1007/s12571-020-01029-y

Darwanto, D. H. (2012). Konsep ketahanan pangan. Ilmu Pertanian, MMA-UGM Yogyakarta.

Fadhilah, T. H., Cahyana, A. D., Nugraha, F. D., & Budiwitjaksono, G. S. (2024). Pemberdayaan program urban farming untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kualitas lingkungan di Kelurahan Gebang Putih Kota Surabaya. Jurnal Pengabdian Masyarakat. https://doi.org/10.59024/jpma.v2i3.885

Fidiastuti, H., & Sari, N. (2022). Building life skill and enterpreneurship educational skill through project based learning in urban farming courses. Jurnal Biologi Tropis, 22(4), 1414–1419. https://doi.org/10.29303/jbt.v22i4.4301

Giacchè, G. (2021). Building resilient peri-urban food systems: Public policy and market integration in Belo Horizonte, Brazil. Urban Agriculture & Regional Food Systems, 6(1), e20018. https://doi.org/10.1002/uar2.20018

Kapucu, N., Ge, Y., Rott, E., & Isgandar, H. (2024). Urban resilience: Multidimensional perspectives, challenges and prospects for future research. Urban Governance, 4(3), 162–179. https://doi.org/10.1016/j.ugj.2024.09.003

Karmilasari, V., Meiliyana, M., & Prihantika, I. (2025). Analisis kapasitas institusional sekolah dasar inklusif di kawasan peri-urban: Studi manajemen pelayanan publik di Kota Samarinda. GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan, 11(3). https://doi.org/10.56015/gjikplp.v11i3.417

Khaliza, S. U., Yulianti, D., & Karmilasari, V. (2022). Metode pengembangan sumber daya manusia dalam menghadapi bonus demografi di Provinsi Lampung. Administrativa: Jurnal Birokrasi, Kebijakan dan Pelayanan Publik, 3(3), 281–294. https://doi.org/10.23960/administrativa.v3i3.100

Laksmi, Y., Wihastuti, L., Ariyani, M., Fidya, S., Kinanti, M., Putri, I., … & Pangan, K. (2023). The role of urban farming in improving community welfare and urban food security: Case study of farmers group of Giwangan Village, Yogyakarta City. ERJPE, 18(1). https://doi.org/10.32424/1.erjpe.2023.18.1.3311

Lwasa, S. (2020). Managing peri-urban food security through collaborative governance: Empirical reflections from Kampala, Uganda. Environment and Urbanization, 32(1), 145–162. https://doi.org/10.1177/0956247819896231

Mataufani, N., Rahayu, P., & Rini, E. (2020). Kenampakan fisik Kabupaten dan daerah peri urban Surakarta. Desa-Kabupaten, 2(2), 130–142. https://doi.org/10.20961/desa-Kabupaten.v2i2.41509.130-142

Membala, S., Wibisono, B., & Hidayati, I. (2023). Karakteristik perkembangan peri-urban di Kabupaten kecil. Jurnal Perencanaan Dan Pengembangan Kebijakan, 3(2), 85. https://doi.org/10.35472/jppk.v3i2.1238

Nguyen, T. H., Van den Berg, L., & Oosterveer, P. (2022). Departmental siloes and food system governance in transitional peri-urban Hanoi. Land, 11(4), 512. https://doi.org/10.3390/land11040512

Osborne, S. P. (2006). The New Public Governance? Public Management Review, 8(3), 377–387. https://doi.org/10.1080/14719030600853022

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. (2021). Penyelenggaraan ketahanan pangan berbasis masyarakat (Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Selatan Nomor 14 Tahun 2021). Kalianda: Lembaran Daerah Kabupaten Lampung Selatan.

Putri, D., Abidin, Z., Prasmatiwi, F., & Kaskoyo, H. (2022). Kajian ketahanan pangan rumah tangga pada berbagai agroekosistem di Kabupaten Lampung Utara. Agrikultura, 33(3), 420. https://doi.org/10.24198/agrikultura.v33i3.42579

Rocha, C. (2023). Evaluating participatory food policy councils: Outcome-oriented metrics for local food governance. Food Policy, 115, 102410. https://doi.org/10.1016/j.foodpol.2023.102410

Rohmadiani, L., Kunce, Y., & Rachmawanti, I. (2020). Fenomena urban sprawl wilayah pembangunan Gresik Selatan. Jurnal Penataan Ruang, 15(1), 1. https://doi.org/10.12962/j2716179x.v15i1.6722

Rumawas, V. V., Nayoan, H., & Kumayas, N. (2021). Peran pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Minahasa Selatan (Studi Dinas Ketahanan Pangan Minahasa Selatan). Jurnal Governance, 1(1), 1–12.

Safirtri, K., Abdoellah, O. S., Gunawan, B., Suparman, Y., & Parikesit, P. (2022). Market pressure based on international food standards in export-scale urban farming: Political ecology perspective. The Qualitative Report. https://doi.org/10.46743/2160-3715/2022.5138

Salasa, A. (2021). Paradigma dan dimensi strategi ketahanan pangan Indonesia. Jejaring Administrasi Publik, 13(1), 35–48. https://doi.org/10.20473/jap.v13i1.29357

Saliem, H., & Ariani, M. (2016). Ketahanan pangan, konsep, pengukuran dan strategi. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 20(1), 12–24. https://doi.org/10.21082/fae.v20n1.2002.12-24

Sinaga, G. A. D., Kurniawan, Y., & Kusumawati, A. (2022). Urgensi komunitas, budaya lokal dan ketahanan pangan dalam gerakan urban farming di masa pandemi COVID-19. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 11(2), 337–351. https://doi.org/10.23887/jish.v11i2.45041

Suwarlan, S. (2020). Perancangan urban farming pada pesisir Kampung Kelembak Kepulauan Riau. Jurnal Linears, 3(1), 20–25. https://doi.org/10.26618/j-linears.v3i1.3134

Terry, L. (1993). Why we should abandon the misconceived quest to reconcile public entrepreneurship with democracy: A response to Bellone and Goerl's "Reconciling public entrepreneurship and democracy". Public Administration Review, 53(4), 393. https://doi.org/10.2307/977153




DOI: https://doi.org/10.36269/dmkr.v6i2.5608

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 
INDEXING
 

   

 

 

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.