MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK DALAM PROGRAM PANGAN LOKAL UNTUK KETAHANAN PANGAN DI WILAYAH PERI-URBAN KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Abstract
Temuan yang dipetakan menggunakan matriks Masukan–Proses–Keluaran/Hasil mengungkap keterbatasan struktural dan kesenjangan implementasi yang signifikan. Pada tahap Masukan, koordinasi antardepartemen sangat lemah—hanya 2 dari 6 dinas daerah yang aktif—dan anggaran P2L menyusut 41,6% selama 2022–2024. Pada tahap Proses, partisipasi menunjukkan pola asimetris: Desa Way Huwi berhasil mempertahankan keterlibatan berkelanjutan melalui integrasi program ke dalam jaringan sosial yang ada dan kemitraan CSR, sementara Desa Sidoharjo mengalami kegagalan akibat ketergantungan paternalistis dan post-grant fatigue, dengan angka putus program mencapai 62% setelah tahun pertama. Pada tahap Keluaran/Hasil, 65% rumah tangga penerima manfaat mengalami peningkatan ketersediaan pangan, namun hanya 20% yang berhasil memonetisasi surplus hasil panen karena minimnya integrasi pasar
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Achar, S., Ramachandra, T. V., & Kumar, P. (2023). Peri-urban agriculture dynamics and market connectivity in rapidly urbanizing landscapes: Lessons from South Asia. Land Use Policy, 128, 106612. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2023.106612
Battersby, J. (2020). Urban food governance and the Global South: Justifying the need for a food systems approach in African cities. Food Security, 12(3), 529–541. https://doi.org/10.1007/s12571-020-01029-y
Darwanto, D. H. (2012). Konsep ketahanan pangan. Ilmu Pertanian, MMA-UGM Yogyakarta.
Fadhilah, T. H., Cahyana, A. D., Nugraha, F. D., & Budiwitjaksono, G. S. (2024). Pemberdayaan program urban farming untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kualitas lingkungan di Kelurahan Gebang Putih Kota Surabaya. Jurnal Pengabdian Masyarakat. https://doi.org/10.59024/jpma.v2i3.885
Fidiastuti, H., & Sari, N. (2022). Building life skill and enterpreneurship educational skill through project based learning in urban farming courses. Jurnal Biologi Tropis, 22(4), 1414–1419. https://doi.org/10.29303/jbt.v22i4.4301
Giacchè, G. (2021). Building resilient peri-urban food systems: Public policy and market integration in Belo Horizonte, Brazil. Urban Agriculture & Regional Food Systems, 6(1), e20018. https://doi.org/10.1002/uar2.20018
Kapucu, N., Ge, Y., Rott, E., & Isgandar, H. (2024). Urban resilience: Multidimensional perspectives, challenges and prospects for future research. Urban Governance, 4(3), 162–179. https://doi.org/10.1016/j.ugj.2024.09.003
Karmilasari, V., Meiliyana, M., & Prihantika, I. (2025). Analisis kapasitas institusional sekolah dasar inklusif di kawasan peri-urban: Studi manajemen pelayanan publik di Kota Samarinda. GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan, 11(3). https://doi.org/10.56015/gjikplp.v11i3.417
Khaliza, S. U., Yulianti, D., & Karmilasari, V. (2022). Metode pengembangan sumber daya manusia dalam menghadapi bonus demografi di Provinsi Lampung. Administrativa: Jurnal Birokrasi, Kebijakan dan Pelayanan Publik, 3(3), 281–294. https://doi.org/10.23960/administrativa.v3i3.100
Laksmi, Y., Wihastuti, L., Ariyani, M., Fidya, S., Kinanti, M., Putri, I., … & Pangan, K. (2023). The role of urban farming in improving community welfare and urban food security: Case study of farmers group of Giwangan Village, Yogyakarta City. ERJPE, 18(1). https://doi.org/10.32424/1.erjpe.2023.18.1.3311
Lwasa, S. (2020). Managing peri-urban food security through collaborative governance: Empirical reflections from Kampala, Uganda. Environment and Urbanization, 32(1), 145–162. https://doi.org/10.1177/0956247819896231
Mataufani, N., Rahayu, P., & Rini, E. (2020). Kenampakan fisik Kabupaten dan daerah peri urban Surakarta. Desa-Kabupaten, 2(2), 130–142. https://doi.org/10.20961/desa-Kabupaten.v2i2.41509.130-142
Membala, S., Wibisono, B., & Hidayati, I. (2023). Karakteristik perkembangan peri-urban di Kabupaten kecil. Jurnal Perencanaan Dan Pengembangan Kebijakan, 3(2), 85. https://doi.org/10.35472/jppk.v3i2.1238
Nguyen, T. H., Van den Berg, L., & Oosterveer, P. (2022). Departmental siloes and food system governance in transitional peri-urban Hanoi. Land, 11(4), 512. https://doi.org/10.3390/land11040512
Osborne, S. P. (2006). The New Public Governance? Public Management Review, 8(3), 377–387. https://doi.org/10.1080/14719030600853022
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. (2021). Penyelenggaraan ketahanan pangan berbasis masyarakat (Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Selatan Nomor 14 Tahun 2021). Kalianda: Lembaran Daerah Kabupaten Lampung Selatan.
Putri, D., Abidin, Z., Prasmatiwi, F., & Kaskoyo, H. (2022). Kajian ketahanan pangan rumah tangga pada berbagai agroekosistem di Kabupaten Lampung Utara. Agrikultura, 33(3), 420. https://doi.org/10.24198/agrikultura.v33i3.42579
Rocha, C. (2023). Evaluating participatory food policy councils: Outcome-oriented metrics for local food governance. Food Policy, 115, 102410. https://doi.org/10.1016/j.foodpol.2023.102410
Rohmadiani, L., Kunce, Y., & Rachmawanti, I. (2020). Fenomena urban sprawl wilayah pembangunan Gresik Selatan. Jurnal Penataan Ruang, 15(1), 1. https://doi.org/10.12962/j2716179x.v15i1.6722
Rumawas, V. V., Nayoan, H., & Kumayas, N. (2021). Peran pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Minahasa Selatan (Studi Dinas Ketahanan Pangan Minahasa Selatan). Jurnal Governance, 1(1), 1–12.
Safirtri, K., Abdoellah, O. S., Gunawan, B., Suparman, Y., & Parikesit, P. (2022). Market pressure based on international food standards in export-scale urban farming: Political ecology perspective. The Qualitative Report. https://doi.org/10.46743/2160-3715/2022.5138
Salasa, A. (2021). Paradigma dan dimensi strategi ketahanan pangan Indonesia. Jejaring Administrasi Publik, 13(1), 35–48. https://doi.org/10.20473/jap.v13i1.29357
Saliem, H., & Ariani, M. (2016). Ketahanan pangan, konsep, pengukuran dan strategi. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 20(1), 12–24. https://doi.org/10.21082/fae.v20n1.2002.12-24
Sinaga, G. A. D., Kurniawan, Y., & Kusumawati, A. (2022). Urgensi komunitas, budaya lokal dan ketahanan pangan dalam gerakan urban farming di masa pandemi COVID-19. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 11(2), 337–351. https://doi.org/10.23887/jish.v11i2.45041
Suwarlan, S. (2020). Perancangan urban farming pada pesisir Kampung Kelembak Kepulauan Riau. Jurnal Linears, 3(1), 20–25. https://doi.org/10.26618/j-linears.v3i1.3134
Terry, L. (1993). Why we should abandon the misconceived quest to reconcile public entrepreneurship with democracy: A response to Bellone and Goerl's "Reconciling public entrepreneurship and democracy". Public Administration Review, 53(4), 393. https://doi.org/10.2307/977153
DOI: https://doi.org/10.36269/dmkr.v6i2.5608
Refbacks
- There are currently no refbacks.

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.






