PERAN ORANG TUA DALAM OPTIMALISASI PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN STORYTELLING KISAH-KISAH TELADAN NABI UNTUK MEMBANGUN KARAKTER BERDASARKAN NILAI KEISLAMAN

Rahmawaty Parman

Abstract


Kegiatan Sotrytelling merupakan kegiatan yang bermanfaat untuk mengoptimalisasi perkembangan anak yang secara khusus melibatkan peran orang tua sebagai storyteller bagi anak-anaknya. Pandangan ini didasarkan oleh berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa kegiatan storytellingmenjadi sarana untuk mentransformasi nilai-nilai yang membangun karakter anak melalui alur-alur cerita dan kisah tokoh. Khususnya dalam pengembangan karakter, kisah-kisah teladan nabi dapat dijadikan sebagai pilihan kisah yang menarik untuk diceritakan guna menanamkan nilai-nilai keislaman kepada anak sejak dini. Orang tua dalam hal ini memiliki peran utama dalam optimalisasi perkembangan anak karena menjadi lingkungan awal dimana individu mulai bertumbuh dan belajar serta membentuk karakter dan kepribadian. Sebagai seorang stroyteller, orang tua tidak saja diharapkan mampu menyampaikan setiap kisah dengan apik, namun mampu membangun kelekatan yang menjadikan anak mudah dalam menerima hikmah dari setiap kisah yang dituturkan. Adapun secara umum nilai-nilai karakter islami yang dapat ditemukan dalam kisah-kisah teladan nabi diantaranya adalah : 1. Sidik, 2. Amanah, 3. Fatonah, 4. Tabligh. Tentunya keempat nilai tersebut merupakan esensi, bukan keseluruhan. Namun menjadi dasar untuk mengembangkan nilai-nilai karakter islami di dalam diri anak.


Keywords


Peran orang tua, storytelling, pendidikan karakter islam.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by :