HUBUNGAN POLA ASUH AUTHORITATITVE DENGAN KEMAMPUAN ANAK USIA 6-7 TAHUN DALAM MELAKUKAN REGULASI EMOSI

Anik Indarwati

Abstract


Penelitian ini dilatarbelakangi masih banyak anak yang belum mampu melakukan regulasi emosi sesuai dengan perkembangan usianya. Regulasi emosi mempunyai peranan dalam melakukan interaksi social dan aktivitas kegiatan anak sehari - hari. Pada anak usia sekolah kemampuan regulasi emosi dipengaruhi lingkungan. Keluarga merupakan lingkungan utama dalam membantu anak belajar, sehingga memilih pola asuh sesuai usia perkembangan sangat berpengaruh dalam membantu anak belajar untuk mampu mengendalikan emosi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh authoritative dengan kemampuan anak usia 6-7 tahun melakukan regulasi emosi di kota Gorontalo, populasi penelitian ini anak usia 6-7 tahun yang tinggal di kecamatan sipatana kota Gorontalo. Teknik pengambilan sampel mengunakan random sampling. Jumlah sampel adalah 75 anak. Data dikumpulkan dengan mengunakan ERC (emotion regulation checklist dan kuisioner pola asuh authoritative. Metode analisis data mengunakan korelasi product momen, Berdasarkan hasil perhitungan analisis korelasi product moment diperoleh hasil r xy = 0,871 dengan taraf signifikansi 0,000 (p<0,05). Ini menunjukkan bahwa pola asuh authoritative orang tua (X) mempunyai hubungan yang kuat dan bersifat positif dengan kemampuan melakukan regulasi diri anak (Y). Hal ini berarti semakin authoritative pola asuh orang tua maka kemampuan anak melakukan regulasi emosi semakin baik.


Keywords


Pola asuh Autoritative, Anak, Regulasi Emosi

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by :