KEMAMPUAN KOMUNIKASI SOSIAL ANAK AUTIS

Renyep Proborini, Setriani Setriani, Yoma Novita

Abstract


Autis merupakan permasalahan perkembangan yang banyak diperbincangkan karena gangguan yang dialami memberikan dampak yang kompleks, serta semakin meningkatnya angka penyandang autis. Pemahaman mengenai penyebab, kompleksitas gangguan serta dampak terhadap perkembangan menjadi kebutuhan untuk dijadikan landasan dalam membuat program intervensi bagi penyandang autis. Salah satu ciri autis adalah gangguan komunikasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan komunikasi sosial. Aspek yang diukur adalah perilaku verbal, non-verbal serta upaya untuk menjalin komunikasi dan interaksi dengan lingkungan. Subyek penelitian adalah tiga anak autis yang sedang menjalani terapi di Biro Psikologi Harmoni. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi terhadap anak autis serta wawancara dengan terapis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua subyek yang mengalami gangguan komunikasi sosial level sedang. Kemampuan bahasa ekspresifnya sudah ada, meski masih sebatas memberikan respon, adanya perilaku non-verbal yang bertujuan untuk menjalin komunikasi secara timbal balik dalam tingkat yang sederhana. Anak masih kesulitan bila berkomunikasi dengan lingkungan yang lebih kompleks. Satu subyek mengalami gangguan level berat, yang ditandai dengan belum adanya bahasa ekspresif, respon yang sangat jarang muncul serta tidak adekuat, tidak adanya upaya untuk berkomunikasi secara non-verbal.


Keywords


autis, kemampuan komunikasi sosial

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by :